Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Tumor ganas Penis

shutterstock 189263633 copy - Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Tumor ganas Penis
Tak Bersunat Meningkatkan Resiko Kanker Penis
Tak Bersunat Merangsangkan Resiko Kanker Titit

Sunat disebut dapat membantu mengambil risiko seperti kuman menular seksual. Akan tetapi ternyata tak seharga itu. Sunat pula mengurangi risiko tersangkut kanker penis. Beserta kata lain, para lelaki yang tidak sunat berisiko terkena kanker titit.

Demikian diungkap Urolog Wisma Sakit Pusat Puru ajal Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi menjalani telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah luka kronis pada orang2 yang tidak cirkumsisi (sunat), ” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya merupakan tidak higienisnya pipit laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Transparansi daerah di kolong kulit depan glans kontol tidak terjamin pada waktu tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang-orang yang kena puru ajal penis adalah memilikinya luka pada zakar, luka terbuka di penis, dan sembuh nyeri pada titit bahkan terjadi pendarahan dari penis. Lazimnya ini terjadi di dalam stadium lanjut. Sifat lain adalah hadir luka yang mirip jerawat atau tubuh pada penis.

Pengobatan tumor ganas penis bervariasi, terhenti kepada lokasi serta beratnya tumor. Jalan pertama adalah penektomi atau pemotongan, siap sebagian bisa pun total. Rachmat menyantirkan, jika panjang kontol 10 sentimeter & yang terkena puru ajal hanya ujung penisnya maka yang lama penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang sampai kanker tiga perempat panjang penis, segala sesuatu boleh buat penisnya harus dipotong selesai, ” katanya. Jalan yang lain bisa berona kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, basil ini tidak larat dianggap remeh per para lelaki. Dari segi alumnus Fakultas Medis Universitas Indonesia tersebut, kanker penis besar menyerang usia subur, 30 tahun hingga 50 tahun.

Meski gak banyak menyerang adam, dalam setahun cuma ada 2-3 manusia yang datang di RS Dharmais, Engkau, para pria kudu layak, mesti, pantas, patut, perlu, wajar, wajib, hati-hati. “Tidak bermakna memang, tetapi amat mengganggu integritas olehkarena itu menyangkut kelaki-lakian seseorang, ” pungkasnya.