Seputar Leukimia Limfosit Akut

shutterstock 313800662 copy - Seputar Leukimia Limfosit Akut
Seputar Leukimia Limfosit Akut
Setengah Leukimia Limfosit Berat

Leukimia Limfosit Akut (LLA) berlangsung akibat perkembangan sel-sel normal menjadi limfosit ganas yang lantas menggantikan sel-sel teratur dalam sumsum rangka. Jenis leukimia berikut sering dialami anak-anak. Dari semua macam kanker 25 bonus anak dibawah usia 15 tahun menanggung LLA. Anak umur 3-5 tahun menyimpangkan sering terkena LLA, namun terkadang dapat juga dialami tatkala usia remaja & dewasa.

Sel kanker mampu mengiritasi selaput pentolan, menyebabkan meningitis, anemia, gagal hati, hancur ginjal dan kelenyapan organ lainnya.

Penyebab
Mayoritas kasus tidak menampilkan adanya penyebab sudah tentu. Radiasi, beberapa obat kemoterapi, dan bakal racun seperti benzena diduga berperan di terjadinya leukimia. Kepelikan kromosom juga memiliki peranan dalam terjadinya leukemia akut.

Leukimia berat juga bisa dikarenakan sindroma Down, penjelasan radiasi (penyinaran), ataupun memiliki saudara (kakak atau adik) yang menderita leukimia.

Gejala
Fakta pertama LLA meliputi:

Di beberapa penderita, luka yang berat ialah pertanda awal atas leukemia; sedangkan saat penderita lain gejalanya lebih ringan, berbentuk lemah, lelah serta tampak pucat.

Perdarahan umumnya berupa perdarahan gusi, perdarahanhidung, mudah rusak, dan terdapat noda keungunan di indra peraba.

Sel-sel leukimia yang menebar ke otak membuahkan penderita mengalami mabuk, gelisah, dan turun. Sementara dalam sumsum tulang menyebabkan sakit tulang dan buku.

Pengobatan
Tindakan pengobatan menghendaki untuk mencapai kesehatan total dengan merobohkan sel-sel leukemik jadi sel normal siap tumbuh kembali di dalam sumsum tulang. Penderita yang menjalani kemoterapi perlu dirawat pada rumah sakit sepanjang beberapa hari / beberapa minggu, terserah kepada respon yang ditunjukkan oleh sumsum tulang.

Sebelum sumsum urat kembali berfungsi teratur, penderita mungkin mencita-citakan antibiotik untuk menangani infeksi, transfusi trombosit untuk mengatasi perdarahan, dan transfusi penjara darah merah untuk mengatasi anemia.

Beberapa campuran dari obat kemoterapi sering digunakan & dosisnya diulang tengah beberapa hari ataupun beberapa minggu. Uni kombinasi terdiri mulai prednison per-oral (ditelan) dan dosis mingguan dari vinkristin secara antrasiklin atau asparaginase intravena. Untuk memadamkan sel leukemik dalam otak, biasanya dikasih suntikan metotreksat segera ke dalam cairan spinal dan terapi penyinaran ke otak.

Beberapa ahad atau beberapa kalendar setelah pengobatan prolog yang intensif untuk menghancurkan sel leukemik, diberikan pengobatan terusan (kemoterapi konsolidasi) untuk menghancurkan sisa-sisa organ leukemik. Pengobatan basil inibisa berlangsung terlintas 2-3 tahun.

Sel-sel leukemik bisa kembali terbit di otak, sumsum tulang, atau testis sehingga pasien mesti kembali menjalani kemoterapi. Upaya penyembuhan masalah kesehatan ini juga sanggup dilakukan dengan pencangkokan sumsum tulang.