Seperti Apakah Efek Sabu-Sabu Pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Oleh Ridho Rhoma?

doktersehat narkoba drugs - Seperti Apakah Efek Sabu-Sabu Pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Oleh Ridho Rhoma?
Seperti Apakah Efek Sabu-Sabu Pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Oleh Ridho Rhoma?
Seperti Apakah Efek Sabu-Sabu Pada Tubuh Seperti yang Dirasakan Oleh Ridho Rhoma?

Tertangkapnya penyanyi dangdut Ridho Rhoma karena mengkonsumsi sabu-sabu cukup mengejutkan banyak orang. Penyanyi yang juga putra dari legenda dangdut tanah air Rhoma Irama ini mengaku jika Ia sudah dua tahun mengkonsumsi sabu-sabu demi mencegah rasa kantuk sekaligus mendongkrak performanya saat manggung. Sebenarnya seperti apakah efek dari mengunakan sabu-sabu pada tubuh?

Pakar kesehatan dr. Nicole Lee yang berasal dari National Drug Research Institute Australia menyebutkan bahwa sabu atau yang juga disebut sebagai amphetamine ternyata mampu meningkatkan kadar dopamine di dalam tubuh hingga seribu kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan batas wajar. Hal ini akan membuat seseorang merasakan sensasi tenang yang luar biasa. Bagi beberapa pengguna sabu, mereka bahkan mampu berpikir dengan lebih jernih dan memiliki lebih banyak energi.

Meskipun terlihat positif, dalam realitanya efek ini hanya akan berlangsung selama 4 hingga 12 jam saja sebelum akhirnya efek ini akan berbalik menjadi negatif bagi kesehatan tubuh. Dr. Lee bahkan menyebutkan bahwa reaksi sebaliknya ini bisa menyebabkan menurunnya konsentrasi dengan drastis, sakit kepala, kelelahan berlebihan, hingga depresi yang bisa berlangsung hingga 24 jam.

Seorang psikiater psikosomatik dari rumah sakit OMNI Alam Sutera bernama dr. Andri, SpKJ, FAPM, menyebutkan bahwa efek penggunaan sabu ini memang mampu membuat seseorang termotivasi, lebih bersemangat, hingga merasakan bahagia yang berlebihan. Beberapa bahkan mengaku tidak mudah lelah dan terus bersemangat meskipun sulit untuk tidur. Sayangnya, setelah tidak menggunakannya, tubuh akan cenderung loyo dan selalu merasa lelah.

Hal yang sama diakui oleh Ridho yang mengaku jika penggunaan sabu-sabu ini ditujukan untuk mencegah rasa kantuk sehingga membuatnya bisa menyelesaikan pekerjaan. Sayangnya, Ia pun akhirnya ketergantungan dengan obat terlarang ini dan bahkan mengalami gangguan kecemasan. Menurut dr. Andri, sabu memang mampu mempengaruhi susunan saraf pusat sekaligus membuat masalah kesehatan pada otak. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak sekalipun mencoba obat terlarang ini.