Remaja Berikut Divonis Hanya Mau Hidup Setahun Juga

doktersehat brain otak alzheimer kanker - Remaja Berikut Divonis Hanya Mau Hidup Setahun Juga
Remaja Ini Divonis Hanya Akan Hidup Setahun Lagi
Remaja Tersebut Divonis Hanya Dengan Hidup Setahun Juga

Apa yang dialami oleh mulai dewasa bernama Rebecca Schofield ini sangatlah memprihatinkan. Bagaimana tidak, olehkarena itu terkena penyakit tumor ganas otak stadium pucuk, remaja yang masa ini berusia 17 tahun ini divonis seharga akan hidup 3 bulan hingga setahun lagi. Bagaimana hati busuk ini bisa tercipta?

Rebecca sebenarnya sudah patuh dan hanya menguji keajaiban dari Yang mahakuasa agar bisa kehidupan lebih lama menimbang semua dokter tutup angkat tangan untuk menyerapah penyakitnya. Namun, Ia tak ingin lebur dalam kesedihan serta justru ingin merasai kehidupannya di usianya yang tersisa tersebut. Ia bahkan bermimpi ingin meninggalkan petunjuk yang dikenang banyak diantara kita di dunia berikut.

Ia pun segera mengagak-agakkan daftar apa selalu yang ingin Ia lakukan di sempuras hidupnya. Sebagai contoh, Ia ingin bermain board game bersama beserta sepupu-sepupunya. Ia pun ingin menikmati film favoritnya dan sosok tuanya yang berjudul ‘The Shawshank Redeption’. Yang menarik merupakan, Ia juga ingin melakukan berbagai percakapan baik di terak hidupnya. Menurut Rebecca, berbuat baik dalam orang lain merupakan hal yang rumpil untuk dilakukan, namun,, Ia bertekad untuk selalu melakukannya beserta harapan namanya terus-menerus dikenang oleh orang2 yang mengenalnya.

Demi menghasilkan keinginan ini, Rebecca pun melakukan imbauan untuk melakukan reputasi di Facebook. Ia memposting apa pula kebaikan yang sudah biasa dilakukan dengan hashtag #BeccaToldMeTo. Diharapkan, apa pun yang Ia lakukan ini bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan bagi sapa saja. Menurut Rebecca, kebaikan bisa dijalani dengan cara apa-apa saja tanpa mesti mengeluarkan uang. Beserta tersenyum pun, aku sudah bisa menciptakan orang lain sebagai lebih berbahagia.

Kini, Rebecca masih melakukan kemoterapi yang bisa membuatnya kelelahan dan mual-mual. Meskipun vonis dokter menunjukkan bahwa konklusi hidupnya sudah tambah mendekat, Rebecca menabalkan fokus untuk mengerjakan hal-hal yang elok untuk dilakukan sekadar.