Puru ajal Usus Besar Tanda dan Penyebabnya

shutterstock 256698106 copy - Puru ajal Usus Besar Tanda dan Penyebabnya
Kanker Usus Besar Gejala dan Penyebabnya
Kanker Usus Besar Gejala serta Penyebabnya

Serupa saluran terakhir pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker mulai makanan yang kalian konsumsi. Ada lima stadium dengan hati masing-masing dan total kemungkinan bertahan muncul yang semakin imut bagi pasien.

Gejala

Penyebab

Pemeriksaan medis

Penyelenggaraan

Sistem
Pemotongan usus raksasa yang sakit, & menyambungkan kembali 2 ujung bagian usus besar yang sejahtera.

Trik laparoskopi
Melalui kurang lebih lubang kecil yang dibuat dibeberapa titis di perut. Sistem dilakukan dengan perkakas kecil yang dioperasikan lewat lubang-lubang tersebut dan dipantau tandus layar monitor.

Pencegahan

Deteksi Pagi buta
Seperti halnya deteksi pagi buta kanker mulut peranakan menggunakan papsmear / untuk kanker tetek memakai mamografi, lawan kanker kolon meski bisa dilakukan deteksi dini.

Deteksi dini tumor ganas kolon dianjurkan menurut mereka yang telah menyorong usia 50 tahun. Tetapi bagi meronce yang memiliki sejarah keluarga pernah tersangkut kanker ovarium, kolon dan kanker paru, disarankan melakukan deteksi dini sebelum umur 50 tahun.

Kanker kolon dianggap sebagai patogen yang perjalanannya sendat. Karena itu bangsa dianjurkan melakukan deteksi dini melalui interogasi darah yang terselip dalam tinja serta kolonoskopi.

“Sebaiknya deteksi awal dilakukan sejak umur 40 tahun hisab yang memang punya riwayat ketiga rupa kanker tersebut pada keluarganya, ” pertuturan dr Aru W Sudoyo, konsultan hematologi dan onkologi medik dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo kepada Syarat Indonesia, pekan dan lalu di ruang kerjanya.

Malahan bagi mereka yang sudah mengalami gejala, menyerupai perdarahan pada tatkala buang air besar dan tertutupnya jalan usus ataupun penyumbatan, ” merasuk Aru, deteksi pagi buta sangat disarankan.

Menurut Malik, beberapa prosedur deteksi dini kanker kolon antara lain:

Interogasi colok dubur per dokter bila seseorang mencapai usia 50 tahun. Pemeriksaan itu sekaligus untuk meraba adanya kelainan di dalam prostat.

Setelah itu, dijalani pemeriksaan laboratorium adalah pemeriksaan darah redup (occult blood) dengan berkala, apakah tersembunyi darah pada tahi atau tidak. Lalu pemeriksaan secara tampak dengan endoskopi pada kolon atau dikenal kolonoskopi. Pemeriksaan kolonoskopi atau teropong usus ini dianjurkan buru-buru dilakukan bagi itu yang sudah merebut usia 50 tahun.

Investigasi kolonoskopi relatif sejahtera, tidak berbahaya, tapi pemeriksaan ini bukan menyenangkan. Kolonoskopi dikerjakan untuk menemukan puru ajal kolorektal sekaligus meraih jaringan untuk diperiksa di laboratorium patologi. Pada pemeriksaan berikut diperlukan alat endoskopi fiberoptik yang dikenakan untuk pemeriksaan kolonoskopi. Alat tersebut mampu melihat sepanjang usus besar, memotretnya, sekali lalu biopsi tumor jika ditemukan.

Cara lain untuk menunjang diagnosis tumor ganas kolon adalah secara enema barium. Dalam pemeriksaan enema barium, bahan cair barium dimasukkan ke usus besar melalui pantat dan siluet (bayangan)-nya dipotret dengan instrumen rontgen. Pada investigasi ini hanya bisa dilihat bahwa siap kelainan, mungkin uci-uci, dan bila tersedia perlu diikuti beserta pemeriksaan kolonoskopi.

Pemeriksaan itu juga dapat menangkap kanker dan polip yang besarnya diatas satu sentimeter. Kelemahannya, pada pemeriksaan tersebut tidak dapat dijalani biopsi.

Dengan kolonoskopi siap dilihat kelainan bertolak pada gambaran makroskopik. Kalau tidak ada penonjolan / ulkus, pengamatan kolonoskopi ditujukan pada pertikaian warna, bentuk parasan, dan gambaran tenggorokan darahnya. Aru menyiarkan dengan deteksi awal diharapkan kanker kolon dapat segera ditangani atau diterapi. Sejumlah terapi, seperti kemoterapi dan radiasi sanggup dilakukan untuk menangani kanker kolon.