Puru ajal Nasofaring

shutterstock 154040717 copy - Puru ajal Nasofaring
Kanker Nasofaring
Tumor ganas Nasofaring

Puru ajal nasofaring adalah puru ajal yang berasal daripada sel epitel nasofaring di rongga besok hidung dan tamat langit-langit rongga lubang. Kanker nasofaring yakni keganasan tertinggi yang ditemukan di antara semua keganasan kepala-leher pada RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Selain tersebut, termasuk kanker no. 4 terbanyak sehabis kanker leher peranakan, kanker payudara, serta kanker kulit.

Tumor serakah pada nasofaring berikut merupakan terjadi di dalam leher dan penyelenggara yang terbanyak ditemui di Indonesia (60%). Untuk mendiagnosis berdasar pada dini sangatlah selit-belit, karena tumor itu baru menimbulkan informasi pada stadium-stadium konklusi. Gejala-gejala pada babak awal penyakit tersebut sukar dibedakan secara penyakit lainnya. Yang mana letak dari uci-uci tersembunyi di tulat tabir langit-langit & terletak di pokok tengkorak, dan runyam sekali dilihat bahwa bukan dengan ahlinya. Presentase untuk menetap hidup dalam 5 tahun juga turun mencolok, hal berikut dilihat dari stadium I (76%), stadium II (50%), stadium III (38%) dan tingkat lanjut atau IV (16, 4%).

Penyebab tumor ganas nasofaring.
Penyebab puru ajal nasofaring masih belum dapat diketahui beserta pasti dan adalah multifaktor, seperti virus Epstein-Bar (VEB), genetik, diet, lingkungan, serta merokok. Virus Epstein-Bar ini juga terjumpa pada penyakit beda yang bukan tumor ganas.

Akan tetapi sudah hampir diperkirakan bahwa penyebab atas kanker nasofaring merupakan infeksi virus Epstein Barr, karena dalam semua pasien nasofaring didapatkan kadar antivirus Virus Epstein Barr didapatkan cukup menjulung. Faktor lain yang mempengaruhi adalah posisi geografis yang sudah biasa disebutkan diatas, masalah kesehatan ini lebih terkadang ditemukan pada laki2 walaupun alasannya belum dapat dibuktikan sampai saat ini. Faktor berbeda yang mempengaruhi ialah faktor lingkungan laksana iritasi oleh bahan-bahan kimia, asap, bumbu penganan, bahan pengawet, penganan yang terlalu bergolak, air yang mempunyai kadar nikel yang cukup tinggi, & kebiasaan seperti sosok Eskimo yang melestarikan ikannya dengan mempergunakan nitrosamine. Tentang sisi keturunan sudah tidak sedikit diteliti tetapi terlintas sekarang belum mampu ditarik kesimpulan. Wahid hal lagi yang penting diketahui merupakan bahwa penyakit itu seringkali menyerang warga dengan golongan toleran yang rendah, kacung ini mungkin terkait dengan kebiasaan serta lingkungan hidup dalam sekitar orang-orang itu

Sisi risiko timbulnya puru ajal nasofaring

Bagian tubuh yang bisa terkena tumor ganas nasofaring
Kanker nasofaring adalah kanker yang tumbuh di lubang belakang hidung, pada belakang langit-langit rubrik mulut, dan luar biasa mudah menyebar di mata, telinga, pankreas leher, dan sutradara. Karena, letaknya menempel dengan hidung, telinga, dan lubang dalam dasar tengkorak teritori keluarnya saraf yang mengatur gerak sepak bola mata, kelopak kesayangan, lidah, sebagai manfaat menelan.

Mulai timbulnya puru ajal nasofaring
Infeksi radikal virus Epstein Barr muncul pada tahun-tahun pertama kehidupan & tanpa gejala. Dalam keadaan higienis elbih baik, infeksi trendi muncul saat mantap muda. Setelah terinfeksi, virus bertahan seusia hidup tanpa menyiapkan gejala berarti, / muncul pada tanda kanker nasofaring jikalau ditunjang oleh faktor-faktor yang memengaruhi.

Gejala Biasa kanker nasofaring
Tumor ganas nasofaring pada takat dini sering kesempatan sulit diketahui olehkarena itu letaknya yang tertutup di belakang liang hidung atau pada belakang atas plafon rongga mulut. Sambil sebab itu rutin kanker nasofaring terlihat saat stadium sungguh lanjut.

Gejala dini, antara lain:

Informasi berlanjut, di antaranya:

Gejala klinis karsinoma nasofaring bisa dibagi menjadi 4 kelompok yaitu:

Untuk interogasi tambahan, sejak terlihat CT-scan sangat positif dalam diagnosis tumor-tumor di daerah kepala negeri dan leher oleh karena itu tumor primer yang terletak di pungkur dan tersembunyi siap ditemukan. Pemeriksaan unik seperti serologi IgA anti EA serta IgA anti VCA di Indonesia sudah menunjukan kemajuan di dalam medeteksi karsinoma.

Untuk perkiraan pasti Karsinoma Nasofaring ditegakan dengan meninggalkan biopsy nasofaring. Biopsi dapat dilakukan secara dua cara adalah dari hidung & dari mulut. 3 bentuk tersering mulai karsinoma nasofaring ialah karsinoma sel squamosa, karsinoma tidak berkeratinisasi dan karsinoma bukan berdiferensiasi.

Pengobatan kanker nasofaring
Terapi kanker nasofaring terutama meliputi radioterapi, operasi dan kemoterapi. Radioterapi merupakan terapi paling efektif, pada setiap pasien yang sementara diagnosis belum menampilkan metastasis multipel kudu terlebih dulu order radioterapi, atau radioterapi plus kemoterapi. Kalau lesi relative terpatok, tanpa penyebaran di klavikula ke lembah, metastasis ke glandula limfe servikal redup dari 8cm, sanggup dilakukan radioterapi pelampau, bila terdapat tunggal metastasis jauh ataupun kelenjar limfe servikal lebih besar daripada 8cm dapat dikerjakan radioterapi paliatif.

Karena biasanya kanker nasofaring merupakan karsinoma sel skuamosa diferensiasi buruk / tidak berdiferensiasi, standar keganasan tinggi, pandai pertumbuhannya, maka kerap kali lebih reaktif terhadap kemoterapi dipadankan karsinoma sefaloservikal beda. Dengan kemoterapi obat tunggal angka remisi sekitar 30%, beserta kemoterapi kombinasi mampu mencapai 66%. Regimen kemoterapi kombinasi yang sering digunakan ialah PF, yaitu cisplatin ditambah fluorourasil, 21-28 hari sebagai wahid kuur. Ditambah kalsium folinat untuk menjulang efek terapi. Sistem bukan pilihan baru pada karsinoma nasofaring, umumnya hanya dikenakan terhadap lesi yang tersisa pasca kemoterapi atau radioterapi. Seksi dalam terapi karsinoma nasofaring sekarang tersebut adalah: efektivitas sela pendek baik, kemangkusan jangka panjang gak ideal. Bagaimana memajukan efektivitas? Bila sesudah terapi konvensional tidak berhasil, bagaimana terapinya? Kelakuan yang dapat dijalani bisa di faksi disini.

Mencegah kanker nasofaring

Puru ajal nasofaring biasanya diobati dengan radioterapi. Tersedia dua jenis radioterapi. Radioterapi eksternal memakai mesin di pendatang tubuh. Radioterapi dalam menggunakan zat radioaktif yang terbungkus interior jarum, biji, wayar, ataupun kateter yang ditempatkan langsung dalam organ yang tersangkut kanker. Jenis radioterapi yang digunakan turun pada jenis serta stadium kanker nasofaringnya.

Intensity-modulated radiation therapy (IMRT) adalah radioterapi 3 d yang pengoperasiannya mempergunakan komputer canggih. Bertentangan dengan radioterapi lazim, penggunaan IMRT bisa meningkatkan kualitas ribut pasien, karena bukan terlalu menyebabkan xerostomia (mulut kering) pasca pengobatan.

Radioterapi eksternal lawan kelenjar tiroid (pituitary) dapat mengubah jalan mereka bekerja. Dokter mungkin akan melaksanakan tes kelenjar tiroid sebelum dan setelah terapi untuk mengasi mereka berfungsi bagus.

Pra radioterapi, pasien pun disarankan untuk merasai kesehatan gigi & gusinya serta menyelesaikan perbaikan gigi/ gusi sebelum radioterapi dikerjakan. Kesehatan gigi serta gusi amat primer dijaga untuk menekan rasa sakit yang bukan perlu, yang tampak pasca radioterapi.

Pada kejadian kanker nasofaring yang bukan berespons terhadap radioterapi, operasi pembedahan siap dilakukan. Dokter barangkali merasa perlu untuk mengangkat kelenjar getah bening serta tali lain di sosial yang terkena uci-uci. Kemoterapi biasanya dijalani bila kanker nasofaring sudah bermetastase di organ lain.