Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala

shutterstock 78856474 copy - Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala
Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala
Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala

Cedera kepala merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama kematian.

Fungsi dari tulang tengkorak adalah melindungi otak dari cedera. Selain tulang, otak juga dilindungi oleh berlapis-lapis jaringan ikat (meninges) dan cairan yang berfungsi sebagai shock absorber.

Ketika terjadi cedera kepala, gangguan fungsi otak dapat timbul tanpa adanya kelainan kepala yang tampak dari luar. Gaya yang mengenai kepala dapat menyebabkan otak terbentur pada bagian dalam tulang kepala. Benturan ini dapat mengakibatkan perdarahan pada otak atau jaringan di sekitarnya, memar pada jaringan otak, atau kerusakan serabut saraf di dalam otak.

Penanganan korban dengan cedera kepala diawali dengan tindakan ABC (airway, breathing, circulation) dan resusitasi. Beberapa orang dengan cedera kepala juga mengalami cedera yang lain sehingga penanganannya dapat dilakukan secara bersamaan.

Cedera kepala meliputi cedera yang terjadi pada kulit kepala, tulang tengkorak, dan otak. Cedera ringan dapat berupa cedera ringan atau cedera berat. Cedera kepala juga dapat dibagi menjadi 2.

Cedera kepala dapat meliputi konkusio, luka pada kulit kepala, atau patah tulang tengkorak. Cedera kepala dapat menyebabkan perdarahan di jaringan otak dan/atau di jaringan sekitar otak.

Penyebab cedera kepala

Penyebab paling sering dari cedera kepala meliputi kecelakaan kerja atau pada saat olahraga, jatuh, penganiayaan, dan kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar cedera yang ditimbulkan masih bersifat ringan karena otak masih terlindungi oleh tulang tengkorak. Namun, beberapa di antaranya cukup berat sehingga diperlukan perawatan di rumah sakit.

Gejala cedera kepala

Penting untuk diingat bahwa cedera kepala dapat menimbulkan gejala dan tanda yang berbeda-beda, mulai dari orang yang tidak merasakan apapun hingga yang langsung koma. Gejalanya dapat muncul saat terjadinya peristiwa yang menimbulkan cedera, atau muncul secara perlahan-lahan dalam hitungan jam hingga hari.

Cedera kepala harus selalu dicurigai pada setiap korban kecelakaan atau jatuh, terutama dengan memperhatikan mekanisme terjadinya kecelakaan tersebut dan posisi korban serta gejala-gejala yang muncul pada korban. Hilangnya kesadaran, walau cuma sebentar, bukan merupakan hal yang normal. Disorientasi (bingung atau tidak tahu waktu, tempat, atau orang), kejang, dan muntah yang berulang kali menjadi tanda perlunya penanganan medis cepat.

Pada beberapa keadaan, cedera kepala yang berupa konkusio dapat sulit untuk dikenali gejalanya. Pasien mungkin akan merasa sulit berkonsentrasi, suasana hati mudah berubah, tingkah laku tidak seperti biasanya, perubahan pola tidur, dan gejala lainnya. Pemeriksaan medis perlu dilakukan pada orang-orang seperti ini meskipun peristiwa yang menyebabkan cedera kepala itu sudah lama berlalu.

Pertolongan pertama.

Mempelajari tanda-tanda cedera kepala berat dan cara untuk melakukan pertolongan pertama akan mampu menyelamatkan nyawa seseorang. Segera hubungi unit gawat darurat terdekat, jika orang yang diduga mengalami cedera kepala memiliki tanda-tanda berikut.

Bila ditemukan tanda-tanda tersebut, segera hubungi unit gawat darurat terdekat. Sambil menunggu bantuan atau ambulans, dapat dilakukan hal-hal berikut.

Pencegahan cedera kepala