Mungkinkan Penyakit Menular Seksual Ditularkan Melalui Toilet Umum?

shutterstock 234055528 copy - Mungkinkan Penyakit Menular Seksual Ditularkan Melalui Toilet Umum?
Mungkinkan Penyakit Menular Seksual Ditularkan Melalui Toilet Umum?
Mungkinkan Penyakit Menular Seksual Ditularkan Melalui Toilet Umum?

Kita tentu kerap mendengar betapa kotor dan penuh dengan bakterinya toilet umum. Karena alasan inilah ada baiknya kita segera mencuci tangan dengan sabun agar tidak terkena bakteri-bakteri penyebab penyakit. Namun, ada sebuah pertanyaan yang muncul andai kita menggunakan toilet umum. Mengingat toilet ini digunakan oleh banyak orang, apakah mungkin jika penyakit menular seksual bisa ditularkan melalui penggunaan toilet umum ini?

Pakar kesehatan Profesor Basil Donovan yang berasal dari Sidney Sexual Health Center, Australia, menyebutkan jika ketakutan ini bisa dimengerti namun tidak benar. Prof Donovan berkata bahwa meskipun bakteri dan virus yang bisa memicu penyakit menular seksual bisa menempel pada dudukan toilet, namun, bakteri-bakteri tersebut cenderung langsung mati begitu keluar dari tubuh manusia. Bakteri dan virus tersebut ternyata tidak akan mampu bertahan lama pada suhu yang cenderung kering dan panas sehingga sebelum toilet duduk tersentuh oleh kulit orang lain, bakteri dan virus ini sudah mati.

Prof Donovan mengingatkan bahwa sebagaimana namanya, penyakit menular seksual hanya akan menular lewat aktifitas seksual, baik itu berupa hubungan intim, seks oral, atau melalui kulit dan kulit layaknya penularan penyakit kutil kelamin. Selain aktifitas tersebut, maka penyakit ini cenderung tidak akan bisa berpindah ke orang lain. Menurut beliau, hingga saat ini, Ia tidak pernah menemukan kasus seseorang terkena penyakit menular seksual karena penggunaan toilet umum.

Meskipun dipastikan tidak akan menularkan penyakit menular seksual, ada baiknya kita tetap menjaga kebersihan badan setelah menggunakan toilet umum. Kita harus selalu mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya dengan baik sehingga kita pun akan mencegah penyebaran berbagai bakteri dan kuman yang bisa memicu masalah pencernaan.