Mumps / Penyakit Gondong

shutterstock 272727026 copy - Mumps / Penyakit Gondong
Mumps atau Penyakit Gondong
Mumps atau Penyakit Struma

Penyakit mump atau penyakit struma telah dilaporkan intim di seluruh belahan jagat, demikian juga dalam Indonesia resiko keturunan terkena gondok kiranya masih tinggi. Muram masih endemik pada banyak negara diseluruh dunia, sedangkan vaksin MMR digunakan cuma 57% dari negara2 yang menjadi bagian Organisasi Kesehatan Jagat, terutama di Negara2 maju. Dalam Inggris dan Wales, satu buah epidemi gondok yang dimulai pada 2005, telah dilaporkan 56. 390 kasus petaka.

Kuman gondong atau dibidang kedokteran dikenal guna parotitis atau Mumps adalah suatu kuman menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menerabas kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang oleh karena itu menyebabkan pembengkakan di leher bagian kepada atau pipi potongan bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia serta dapat timbul berdasar pada endemic atau epidemik, Gangguan ini condong menyerang anak-anak yang berumur 2-14 tahun. Peningkatan kasus yang besar biasanya didahului pada penularan dalam tempat sekolah. Dalam orang dewasa, luka ini bisa menyimpuk testis (buah zakar), sistem saraf inti, pankreas, prostat, tetek dan organ yang lain.

Tentang hal mereka yang beresiko besar untuk menelan atau tertular basil ini adalah itu yang menggunakan / mengkonsumsi obat-obatan khusus untuk menekan hormon kelenjar tiroid & mereka yang rendah zat Iodium pada tubuh. Kematian sebab penyakit gondong rumpang dilaporkan. Hampir beberapa besar jkasus yang fatal justru berlangsung pada usia pada atas 19 tahun.

Sumber dan penularan
Basil ini disebabkan sebab virus Mumps yakni virus berjenis RNA virus yang adalah anggota famii Paramyxoviridae dan genus Paramyxovirus. Terdapat dua rataan glikoprotein yang berisi dari hemagglutinin-neuraminidase serta fusion protein. Virus Mumps sensitive tentang panas dan cahaya ultraviolet.

Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) persebaran virus dapat ditularkan melalui kontak sinambung, percikan ludah, bakal muntah, mungkin secara urin. Virus sanggup ditemukan dalam urin dari hari baru sampai hari keempat belas setelah tercipta pembesaran kelenjar.

Penyakit gondongan sangat jarang terlihat pada anak yang berumur kurang mulai 2 tahun, sesuatu tersebut karena biasanya mereka masih punya atau dilindungi sambil anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita masalah kesehatan gondongan, maka dia akan memiliki tenaga seumur hidupnya.

Penderita patogen gondong masih dintakan dapat menjadi sumber penularan selama 9 hari sejak sesalan bengkak ditemukan. Sepatutnya pada periode itu penderita dianjurkan bukan masuk sekolah ataupun melakukan aktifitas dalam keramaian karena mau menjadi sumber penularan dan penyebaran kuman anak-anak di sekitarnya.

Kode dan gejala
Bukan semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami erangan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak mengisyaratkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian tersebut sama dengan penderita lainnya yang menanggung keluhan, yaitu mampu menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Masa tunas (masa inkubasi) basil Gondong sekitar 12-24 hari dengan hitung panjang 17-18 hari. Mengenai tanda dan tanda yang timbul sesudah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas bisa digambarkan sdebagai lalu:

Saat tahap awal (1-2 hari) penderita struma mengalami gejala: panas (suhu badan 38. 5-40°C), sakit kepala, sakit otot, kehilangan vitalitas makan, nyeri rahang bagian belakang tatkala mengunyah dan kadang kala disertai kaku rahang (sulit membuka mulut). Kadangkala disertai pedih telinga yang parah pada 24 beker pertama.

Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di lembah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi glandula kemudian kedua tiroid mengalami pembengkakan. Lebih kurang 70-80% terjadi pembengkakan kelanjar pada 2 sisi. Pembengkakan lazimnya berlangsung sekitar 3-5 hari kemudian menyimpang mengempis dan disertai dengan demam yang membaik. Kadang berlangsung pembengkakan pada pankreas air liur di kaki gunung rahang (submandibula), submaksilaris, kelenjar di kolong lidah (sublingual) & terjadi edema serta eritematus pada orificium dari duktus. Di pria akil pulih adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) olehkarena itu penyebaran melalui jalan darah.

Diagnosis
Diagnosis dtegakkan hanya secara klinis. Diagnosis ditegakkan apabila jelas ada pokok infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan maujud, termasuk keterangan memilikinya kontak dengan penderita penyakit gondong (mumps atau parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Kecuali itu adalah beserta tindakan pemeriksaan dampak laboratorium air kencing (urin) dan darah.

Pemeriksaan lab.
Mengingat penegakan perkiraan hanya secara klinis, maka pemeriksaan lab. tidak terlalu berguna. Pemeriksaan laboratorium diperoleh leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan juga kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya sehabis satu minggu & kemudian menjadi teratur kembali dalam 2 minggu.

Jika penderita gak menampakkan pembengkakan glandula dibawah telinga, tapi tanda dan fakta lainnya mengarah di penyakit gondongan maka itu meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan imbauan pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana serum darah. Sekurang-kurang ada 3 tes serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: complement fixation antibodies (CF), hemagglutination inhibitor antibodies (HI), virus neutralizing antibodies (NT).

Komplikasi
Hampir seluruh anak yang menahan gondongan akan sembuh total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk sesudah sekitar 2 ahad. Keadaan seperti ini siap menimbulkan komplikasi, yang mana virus dapat menyergap organ selain tiroid liur. Hal ini mungkin terjadi paling utama jika infeksi tercipta setelah masa remaja.

Penyakit[ki] yang dapat berlangsung adalah

Pengobatan
Pengobatan diperuntukkan untuk mengurangi kesusahan hati (simptomatis) dan turun main selama penderita bergolak dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat dipakai obat pereda genting dan nyeri (antipiretik dan analgesik) senyampang Parasetamol dan semacamnya, Aspirin tidak mampu diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (bisa karena akibat aspirin pada anak-anak).

Di dalam penderita yang menyebrangi pembengkakan testis, sepatutnya penderita menjalani sela tirah baring ditempat tidur. Rasa sakit dapat dikurangi secara melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak mereka.

Penderita yang mengalami ofensif virus apada perkakas pancreas (pankreatitis), yang mana menimbulkan gejala medu dan muntah sepantasnya diberikan cairan dengan perantara infus. Pemberian kortikosteroid selama 2-4 perian dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri bukan dapat dipengaruhi sama anti mikroba, dengan demikian Pengobatan hanya mengarah untuk menghilangkan informasi sampai penderita balik baik dengan sendirinya.

Masalah kesehatan gondongan sebenarnya termasuk dalam “self limiting disease” (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita masalah kesehatan gondongan sebaiknya menjauhkan makanan atau minuman yang sifatnya kecut supaya nyeri gak bertambah parah, dikasih diet makanan larutan dan lunak.
Rezeki imunomodulator belum terjumpa laporan penelitian yang menjunjukkan efektifitasnya

Pencegahan
Penghargaan vaksinasi MMR (mumps, morbili, rubella) untuk mencegah penyakit struma merupakan bagian daripada imunisasi rutin di dalam masa kanak-kanak, dikasih melalui injeksi dalam usia 15 hari. Imunisasi MMR sanggup juga diberikan terhadap remaja dan orang2 dewasa yang belum menderita Gondong. Rezeki imunisasi ini bukan menimbulkan efek demam atau gejala yang lain. Imunisasi MMR didunakan di Amerika Sindikat sejak tahun 1967. Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) mencadangkan penggunaannya untuk bani, masa remaja, cukup umur, dan dewasa. Dalam saat itu, warga menganggap pencegahan patogen gondok bukan ialah priritas utama di pencegahan kesehatan bangsa dan dinyatakan ACIP imunisasi MMR merupakan program kesehatan tubuh masyarakat yang sedikit efektivitasnya. Namun, saat tahun 1972, ACIP mengeluarkan rekomendasi yang kuat untuk menampilkan bahwa imunisasi MMR merupakan program yang sangat penting. Tatkala itu ACIP menyarankan vaksinasi rutin untuk semua anak-anak berusia 12 tahun / lebih.

Pada tahun 1980, telahdinayakan sebagai testimoni kuat untuk vaksinasi pada anak-anak, akil balig dan dewasa yang rentan., Setelah ini vaksinasi MMR bertambah komprehensif dan usulan pengundangan undang-undang di negara bagian jadi memerlukan vaksinasi ityu harus dianjurkan di dalam saat anak menyerap sekolah. Namun, selama masa 1986 dan 1987, wabah besar tercipta di antara kelompok kohort underimmunized atau orang-orang yang lahir sepanjang 1967-1977, sehingga berlangsung perubahan puncak nilai kejadian dari umur 5-9 tahun terbenam pada usia 10-19 tahun. Dalam tahun 1989, direkomendasikan ACIP pemberian vaksin buang dan MMR dalam anak-anak berusia 4-6 tahun pada ketika masuk ke tekun kanak-kanak atau unggul. Selama tahun 1988-1998 menurun di antara semata kelompok umur. Saat tahun 1989-1990, endemi besar terjadi pada kalangan siswa dalam dasar dan bersekolah menengah, sebagian gede siswa di maktab tersebut telah divaksinasi, menyatakan bahwa penyesalan vaksinasi. Pada tahun 1991, wabah unik terjadi di satu sekolah menengah pada mana sebagian raksasa siswa yang telah divaksinasi, kejadian ini pun banyak dikaitkan beserta utama kegagalan vaksinasi.