Kanker Usus

shutterstock 256698106 copy - Kanker Usus
Kanker Usus
Kanker Usus

Kanker kolorektal ataupun kanker usus luas (colon cancer) beruang pada urutan ke-3 dalam jenis tumor ganas yang paling acap dijumpai secara semesta. Frekuensi kasus puru ajal jenis ini bineka di setiap potongan dunia. Negara-negara barat memiliki tingkat kejadian yang cukup menjulung namun pada negeri2 Asia dan Afrika lebih jarang tercipta. Pada negara-negara yang penduduknya cenderung mengangkat gaya dan arketipe makan masyarakat barat cenderung memiliki perbanyakan kasus kanker usus.

Colon juga dikenal secara usus besar, adalah bagian usus buntal yang terpanjang. Usus besar merupakan seksi terakhir dari orde pencernaan, yang ialah saluran sepanjang 150-180 cm; sepanjang 150 cm yang perdana itulah yang dikenal dengan colon, yang lantas menghubungkan sepanjang lebih kurang 15 cm atas dubur (rectum) & berakhir di pantat.

3 atau empat beker setelah makan, nutrisi yang masuk di dalam tubuh diserap dan menyisakan kotor berupa cairan (liquid). Fungsi dari colon adalah sebagai pengubah liquid limbah mereka menjadi feses. Kotoran dapat tersimpan pada mana saja di dalam colon, mulai dari sepuluh jam hingga kurang lebih hari sampai walhasil dibuang melalui dubur. Telah banyak sangkaan dan nasihat tapi belum terbukti, kalau semakin lama telau berada pada colon, semakin besar lagi risiko terkena tumor ganas usus.

Kanker usus gede satu paket beserta pertumbuhan sel-sel puru ajal pada colon, rectum, dan usus was-was (appendix). Kebanyakan peri kanker usus raksasa dicurigai tumbuh mulai adenomatous polyps dalam colon. Bagian yang berbentuk menyerupai cendawan ini biasanya berkembang jinak, namun solek dengan berjalannya zaman ia dapat lulus menjadi kanker. Reaksi ini berlangsung tengah bertahun-tahun sehingga mengharuskan untuk dideteksi kian dini untuk mengendalikannya.

Pokok
Gejala kanker usus besar sangat bermacam2 dan tidak terperinci. Bisa berupa kecapekan, lemah dan rengsa, bernapas pendek, servis kebiasaan pada usus, sering buang air besar, diare, konstipasi, darah warna marah gelap pada selekeh, berat badan berkurang, sakit di lebih kurang perut, kram, serta kembung pada tembolok.

Riak lainnya berupa gangguan usus (irritable bowel syndrome) yang mengundang usus menjadi bangkar, radang usus kronis (ulcerative colitis), penyakit Crohn, diverticulosis, dan kuman borok perut (peptic ulcer disease). Kesemuanya merupakan gejala yang mengarah pada tumor ganas usus besar. Tapi seringkali gejala-gejala dalam atas tidak harus berujung pada puru ajal sebab ada penyakit-penyakit lain dengan fakta yang sama seperti ini. Oleh sebab itu, sebaiknya berkonsultasilah secara dokter Anda selekasnya mungkin untuk memperoleh diagnosa dan perlakuan yang tepat.

Risiko seseorang terkena kanker usus besar meningkat sesudah ia berumur 50 tahun. Namun, skandal yang berkembang belakangan ini melaporkan bahwa pada setiap tahun banyak juga penderita yang berusia kian muda. Individu beserta riwayat keluarga yang akrab dengan tumor ganas usus besar, polyps, dan penyakit puru ajal menurun lainnya menyerupai FAP (Familial Adenomatous Polyposis – basil langka penyebab beribu-ribu polip di usus besar) dan HNPCC (Hereditary NonPolyposis Colorectal Cancer – tumor ganas akibat kelainan gen) memiliki risiko luas terkena hal yang serupa.

Begitu pula secara individu yang tahu mengalami radang usus membandel dan penyakit Crohn, mereka sangat sensitif dan membutuhkan tes atau screening mula untuk mendeteksi puru ajal. Seseorang dengan kumpulan keluarga berkategori ‘first degree’ (orangtua, belahan kandung, anak), yang salah satu atau kira-kira dari keluarga ityu menderita kanker usus besar, memiliki 2 atau tiga bengawan kemungkinan lebih buntal dalam mengembangkan masalah kesehatan ini.

Perawatan terhadap tumor ganas usus tergantung saat tingkatan atau ‘stage’ dari kanker itu. Jika kanker didapatkan sejak dini (penyebarannya masih sedikit), jadi ia dapat disembuhkan. Namun jika dideteksi agak terlambat, pada arti telah terselip peningkatan ‘stage’, prospek penyembuhannya akan kelam. Apalagi jika sudah mencapai stage selesai di mana sel-sel kanker telah menebar luas, tindakan pembedahan menjadi satu-satunya jalan bersama kemoterapi & radioterapi dengan menanggapi faktor-faktor medis serta individu yang menawan.