Kafein Membunuh Penjara Kanker Kulit

shutterstock 268529897 copy - Kafein Membunuh Penjara Kanker Kulit
Kafein Membunuh Sel Kanker Kulit
Kafein Membunuh Organ Kanker Kulit

Penelitian terakhir menyuguhkan fakta terbaru hal manfaat tambahan tindasan disamping sebagai pendongkrak mood untuk komitmen di pagi tarikh. Sebuah penelitian dalam University of Washington menemukan bahwa kafein pada kopi beroperasi dalam membunuh sekitar kecil sel-sel yang berpotensi menjadi puru ajal (precancerous cells) dampak paparan sinar matahari. Bahkan pada ulasan yang sama, ditemukan lagi kafein dapat membantai sel yang padahal dalam proses pembelahan pada saat terpapar sinar matahari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam AACR (American Association for Cancer Research) per Yao-Ping Lu, You-Rong Lou, Qing-Yun Peng, Paul Nghiem, & Allan H. Conney ini mengemukakan hasil mereka hanya real pada kasus tumor ganas kulit basal cell carcinoma. Yaitu satu diantara dari tiga rupa kanker kulit yang paling banyak diderita karet pasien kanker indra peraba didunia, yang dikarenakan rusaknya DNA saat kulit akibat binar UVB matahari.

Kafein di kopi bekerja beserta cara menghalangi zat putih telur ATR (ataxia telangiectasia & Rad3- enzim terkait) yang melepaskan efek dari definisi UV ke DNA sehingga menjadikan tiruan DNA tidak baik bahkan kebanyakan sebagai rusak dan jadi tahap awal reparasi sell precancerous cells yang dapat langsung berkembang menjadi puru ajal kulit seiring landasan matahari.

Penelitian yang mulanya berhasil dilakukan di dalam tikus ini diawal tahun, ternyata menyampaikan hasil yang sama dalam 110. 000 partisipan dengan rata-rata umur 22-24 tahun. Mulai keseluruhan partisipan, ditemui penderita kanker risa dengan variasi total berdasarkan jenisnya. yakni 22. 786 dengkel cell carcinoma, 1. 953 squamous cell carcinomas dan 741 melanomas yang lantas hasilnya dipublikasikan balik pada pertemuan 10thAnnual AACR International pada Boston, Amerika Sindikat, Minggu lalu (23/10).

Secara perbandingan penurunan resiko munculnya basal cell carcinoma 20% saat wanita dan 9% pada pria yang meminum kopi kian dari 3 mangkuk perhari. Namun dianggap pula bahwa akumulatif meminum kopi gak bisa menjadi pola, melainkan beberapa ketika sebelum kulit tertumbuk paparan sinar matahari, barulah kafein mampu bekerja secara sempurna membunuh sel-sel yang rusak pada sisik. Sehingga tidak terbata-bata akan kegunaan kafein yang dapat ditambahkan kedalam losion perlawanan sinar matahari di dalam meningkatkan efektifitasnya menggulung kanker kulit, sebagaimana yang akan dibuktikan selanjutnya oleh Paul Nghiem beserta timnya.