Jumlah Sperma yang Terus Menurun Bisa Menyebabkan Kepunahan Manusia?

shutterstock 292691675 copy - Jumlah Sperma yang Terus Menurun Bisa Menyebabkan Kepunahan Manusia?
Jumlah Sperma yang Terus Menurun Bisa Menyebabkan Kepunahan Manusia?
Jumlah Sperma yang Terus Menurun Bisa Menyebabkan Kepunahan Manusia?

Jurnal kesehatan berjudul Human Reproduction Update baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan tentang jumlah sperma yang dimiliki oleh pria secara global. Tak disangka, rata-rata jumlah sperma yang ada pada tubuh pria cenderung sudah berkurang drastis hingga setengahnya jika dibandingkan dengan rata-rata jumlah sperma pada pria pada 40 tahun lalu. Penurunan jumlah sperma ini dikhawatirkan bisa menyebabkan kepunahan manusia di masa depan.

Pakar kesehatan menduga bahwa menurunnya jumlah sperma pada pria modern disebabkan oleh kecenderungan manusia untuk menjalani gaya hidup yang tidak sehat layaknya merokok, malas berolahraga, mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, hingga paparan bahan kimia, pestisida, dan lain sebagainya.

Salah seorang pakar kesehatan dari Hebrew University of Jerusalem bernama dr. Hagai Levine menyebutkan bahwa jika kita tidak berusaha untuk memperbaiki gaya hidup, kondisi lingkungan, atau menurunkan penggunaan bahan kimia yang sudah sangat berlebihan, dikhawatirkan semakin banyak manusia yang tidak memiliki keturunan dan akhirnya memicu kepunahan manusia ke depannya.

Penelitian yang mengambil data dari 185 studi yang sebelumnya dilakukan sejak tahun 1973 hingga 2011 ini menyebutkan bahwa jumlah sperma pria yang berasal dari negara-negara Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru sudah menurun 52,4 persen. Sementara itu, pada pria di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan justru tidak ditemui penurunan yang signifikan. Hanya saja, dr. Hagai justru menyebutkan bahwa tidak ditemuinya penurunan pada pria dari negara Afrika, Asia, dan Amerika Selatan ini sepertinya disebabkan oleh data yang kurang valid.

Meskipun hasil penelitian ini cukup kontroversial dan berlawanan dengan pesatnya perkembangan populasi secara global, Professor Allan Pacey yang berasal dari Sheffield University menyebutkan bahwa penurunan jumlah sperma pada pria ini tidak bisa disepelekan begitu saja dan seharusnya menjadi tonggak bagi manusia untuk memperbaiki gaya hidupnya agar lebih sehat.