Ibu Muda Beresiko Tinggi Mengalami Baby Blues?

12 - Ibu Muda Beresiko Tinggi Mengalami Baby Blues?
Ibu Muda Beresiko Tinggi Mengalami Baby Blues?
Ibu Muda Beresiko Tinggi Mengalami Baby Blues?

Baby Blues ialah kondisi psikis, seperti ketakutan, ketidakmampuan, ketidaksiapan ibu merawat dan menjaga bayi setelah melahirkan. Kondisi ini seringkali dialami oleh ibu baru. Betulkah ibu muda yang baru memiliki satu anak lebih tinggi beresiko mengalami baby blues?

Anda tidak perlu khawatir berlebih dikarenakan baby blues umum dialami oleh setiap ibu baru hingga mencapai maksimal tiga minggu pasca persalinan, Baby blues akan semakin terasa apabila ibu baru telah kembali dari rumah sakit dan merawat bayinya sendiri.

Baby blues dapat dipicu karena perubahan hormon dalam tubuh pasca melahirkan. Beberapa hari pasca persalinan kandungan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh akan menurun tajam, selain itu perubahan hormon prolaktin dan oksitosin akan mengalami peningkatan dikarenakan berhubungan dengan produksi ASI. Imbas yang didapatkan karena perubahan hormon inilah yang akan mengakibatkan perubahan emosi dan suasana hati pada ibu baru.

Faktor psikis ibu muda penyebab baby blues

Selain dari perubahan hormon beberapa faktor yang dapat menyebabkan baby blues diantaranya adalah faktor kejiwaan ibu baru. Berikut adalah faktor psikis yang dapat menyebabkan baby blues :

Setiap ibu pasca persalinan dapat beresiko terkena baby blues?

Ya, setiap ibu pasca persalinan akan beresiko terkena baby blues. Tidak saja pada anak pertama akan tetapi pada anak selanjutnya akan tetapi yang membedakannya adalah waktu yang dialami oleh masing masing ibu baru. Ada yang memiliki waktu yang lama untuk menerima keadaan barunya menjadi ibu adapula yang cepat melakukan pemulihan sehingga tidak berlangsung pada kesiapan menjadi ibu baru.

Ibu muda diduga beresiko tinggi mengalami baby blues dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan dan pengalaman menjadi seorang ibu. Meskipun demikian bukan berarti ibu muda yang baru mendapatkan anak pertama akan mengalami baby syndrome yang berkepanjangan. Faktor kesiapan di dalam diri dan dukungan dari lingkungan adalah salah satu solusi untuk mengurangi waktu baby blues pada ibu muda.

Baby blues mungkin saja terjadi pada ibu di kelahiran anak keduanya dikarenakan situasi atau kondisi yang memicu depresi. Sehingga penting untuk berdiskusi, memperoleh informasi untuk mendapatkan dukungan emosional. Mintalah bantuan suami dan orang terdekat anda sehingga dapat menemani anda dalam merawat bayi anda. Misalnya ketika di waktu weekend sebaiknya membagi tugas dengan suami ketika akan mengganti popok atau membuatkan susu sehingga anda merasa terbantu dan tidak mengalami baby blues yang berkepanjangan.