Hindari Masuknya Sperma Dalam Rahim Ibu Hamil

doktersehat wanita seksi - Hindari Masuknya Sperma Dalam Rahim Ibu Hamil
Hindari Masuknya Sperma Dalam Rahim Ibu Hamil
Hindari Masuknya Sperma Dalam Rahim Ibu Hamil

Bercinta saat hamil atau yang lebih kerennya having sex during pregnancy banyak dikhawatirkan oleh pasangan muslim. Rasa takut berdosa mungkin jadi alasan utama. Padahal sobat, perlu kalian ketahui bahwa having sex during pregnancy tidak dilarang oleh agama islam lo. Sah-sah aja kok (asal dengan pasangan halalnya loh).

Seperti yang terlansir dari islamhelpline.net, suami boleh menggauli istrinya ketika si istri sedang hamil, bahkan beberapa jam sebelum istri melahirkan, mereka boleh bercinta. Tetapi ibu hamil harus berhati-hati saat melakukan hubungan tersebut. Ibu hamil harus mengetahui batas-batas keamanan, sehingga keberadaan janin dalam kandungan tetap terjaga. Dan salah satu patut diwaspadai saat berhubungan untuk tidak memasukkan sperma ke dalam rahim ibu hamil. Mengapa demikian? Hal ini berbahaya pada janin dikarenakan sperma mengandung zat tertentu yang dapat mengakibatkan reaksi sensitif pada mulut rahim.

Pada dasarnya sperma mengandung protein, tapi hal itu tidak bermanfaat bagi janin. Jadi pada saat melakukan hubungan, sebaiknya sperma dikeluarkan diluar atau bisa juga menggunakan kondom agar terhindar masuknya sperma kedalam rahim. Sperma yang masuk kedalam rahim ibu hamil dapat membahayakan janin sehinga memicu kelahiran prematur atau bahkan mengalami keguguran diusia kehamilan masih muda.

Kehamilan trimester pertama sampai usia kandungan tujuh bulan merupakan situasi yang aman untuk melakukan hubungan. Setelah memasuki usia kandungan tujuh bulan sampai sembilan bulan disarankan untuk mengurangi dalam berhubungan. Diusia kehamilan yang semakin membesar akan sulit untuk berhubungan dan dapat membahayakan keberadaan janin.

Dalam ilmu medis telah mengatakan bahwa berhubungan saat hamil adalah aman dilakukan, namun ada yang perlu diketahui juga dan diwaspadai mengenai situasi yang tidak dibolehkan berhubungan saat hamil atau paling tidak mengurangi frekuensinya: