Hamil di Luar Rahim Mengancam Nyawa

shutterstock 82853833 copy - Hamil di Luar Rahim Mengancam Nyawa
Hamil di Luar Rahim Mengancam Nyawa
Hamil di Luar Rahim Mengancam Nyawa

Normalnya, saat hamil sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel di rahim dan tumbuh sampai 9 bulan. Namun, pada kehamilan yang tidak normal, telur yang sudah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim, biasanaya paling sering menempel di tuba fallopi. Kasus seperti ini disebut dengan kehamilan tuba atau kehamilan di luar rahim. Sementara pada beberapa kasus yang jarang terjadi, implan telur tumbuh dalam ovarium, serviks, atau perut.

Bila telur berkembang dala tuba fallopi secara terus menus, maka dapat menyebabkan tuba pecah sehingga berakibat terjadinya perdarahan hebat, bahkan menyebabkan kematian. Kondisi ini tidak bisa diperbaiki dengan memindahkan telur ke rahim.

Kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim harus segera diakhiri sebab bayi tidak akan bisa bertahan hidup di tempat selain rahim. Kehamilan ektopik awalnya sama seperti kehamilan normal. Ketidaknormalan baru bisa ditemukan di minggu ke 8.

Gejala
Segera lakukan perawatan bila kehamilan Anda menunjukkan gejala kehamilan ektopik berikut ini:

Penyebab
Faktor yang dapat meningkatkan pecahnya tuba falopi dan risiko kehamilan ektopik antara lain:

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar terhindar dari ancaman kehamilan di luar rahim, terlebih bila Anda memiliki riwayat hamil ektopik sebelumnya.