Elektrokardiogram (EKG) – Proses EKG

shutterstock 171523613 copy - Elektrokardiogram (EKG) - Proses EKG
Elektrokardiogram (EKG) - Proses EKG
Elektrokardiogram (EKG) – Reaksi EKG

EKG merupakan pemeriksaan relatif sedang untuk dilakukan. EKG adalah pemeriksan non-invasif dan tidak menyampaikan rasa sakit. Elektroda ditempatkan pada uci-uci untuk mendeteksi dorongan listrik yang dhasilkan jantung. impuls tersebut dicatat oleh perangkat EKG. Empat elektroda diipasangpada tungkai. Tunggal ditempatkan pada unsur dan satu pada masing-masing kaki. Tersebut disebut lead ekstremitas. Ada enam elektroda yang ditempatkan di dalam dinding dada yang dimulai dari sisi kanan dari rangka dada. Elektroda dipasang dalam bentuk separuh lingkaran dan habis di dekat ketiak kiri. Ini dikenal sebagai lead dada. Elektroda ini terhubung pada mesin EKG yang mencatat kelistrikan dalaman dan mencetaknya di dalam kertas.

Jentera EKG yang segar memiliki permadani video yang positif teknisi, perawat, / dokter memutuskan apakah pembawaan pencatatan yang dikerjakan memadai / apakah pemeriksaan demi diulang. Mesin EKG pula ada yang memasukin dengan rencana komputer saku yang siap sehat menginterpretasikan EKG, walaupun tidak benar-benar sahih.

Dalam status khusus, dokter barangkali ingin melihat pusat daripada sudut yang tidak sama setelah EKG asal dilakukan. Lead segi kemudian bisa ditempatkan di benteng segi kanan / pada punggung.

Kulit harus terang dan kering untuk mencegah gangguan listrik untuk mendapatkan pencatatan EKG yang cantik untuk interpretasi. Senantiasa mencukur rambut segi diperlukan. Menggigil / tremor dapat meranyau pencatatan kelistrikan dalaman dan menyebabkan gelaran yang mempengaruhi kebiasaan pencatatan EKG. Lazimnya, pasien harus sinambung diam selama 5-10 detik tanpa berpikir untuk mendapatkan EKG yang akurat.

Alasan untuk EKG
EKG dipakai untuk menilai manfaat jantung. Pasien yang mengeluh sering pedih dada atau tersengah-sengah akan menjalankan EKG sebagai salah satu investigasi pertama untuk positif menentukan apakah terdapat infark miokard gawat atau serangan dalaman. Bahkan jika tiada serangan jantung, EKG dapat membantu menuruti apakah rasa linu ini adalah olehkarena itu angina atau penyempitan pembuluh darah dalam otot jantung (aterosklerosis). Penting untuk menyaksikan bahwa EKG asal mungkin normal apalagi jika ada patogen jantung sehingga EKG belum tentu siap mengenali adanya patogen jantung, dan EKG yang tidak normal juga belum berarti terdapat penyakit jantung. EKG-serial mungkin diperlukan dari waktu ke ruang untuk menemukan pertikaian.

EKG kerap dilakukan begitu penderita mengeluh termengung, dalaman berdebar, / sinkop (pingsan tiba-tiba) sebab denyut dalaman tak normal dan tala yang dapat menawan pengaruh jantung untuk mengambil darah serta mengulurkan oksigen di seluruh uci-uci.