Efek Polifenol pada Ekstrak Paru-paru Ubi Jalar untuk Kanker Prostat

shutterstock 180053756 copy - Efek Polifenol pada Ekstrak Paru-paru Ubi Jalar untuk Kanker Prostat
Efek Polifenol pada Ekstrak Daun Ubi Jalar untuk Kanker Prostat
Imbalan Polifenol pada Induk Daun Ubi Menjulur untuk Kanker Prostat

Daun ubi jalar (Ipomoea batatas) selama ini dimakan sebagai sayuran pada Asia ternyata yaitu sumber yang makmur polifenol seperti anthocyanin dan asam fenolat. Sebuah jurnal universal menunjukkan bahwa isi daun ubi menjulur memiliki kandungan polifenol yang maksimal disamakan dengan beberapa sayuran yang telah biasa menyerupai bayam.

Ketika diteliti di dalam sel kanker prostat, ekstrak daun ubi jalar ini menyampaikan hasil signifikan di aktivitas antiproliferatif (menghambat perbanyakan sel kanker) dibandingkan dengan kerangkeng normal prostat. Berdasar pada mekanisme, ekstrak paru-paru ubi jalar meniadakan proses siklus penjara, dan mengurangi kontinuitas hidup klonogenik, memodulasi siklus sel serta regulasi apoptosis berdasar pada in vitro serta in vivo. Kecuali itu, ekstrak insang ubi jalar pun menyebabkan degradasi DNA sel sehingga menyendat pembentukan dan multiplikasi sel-sel kanker.

Pada organ kanker, kerja DNA kacau, sel beraktivitas dengan tidak terpimpin. Tidak ada lagi yang menghentikan regenerasinya dengan demikian sel itu dengan memperbanyak secara tidak terkontrol dan menyombong.

Sasaran ekstrak daun ubi jalar sebanyak 400 mg/kilogram berat lembaga per hari bakal menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat pada sebanyak 69% hewan percobaan tikus laboratorium, sebagaimana ditunjukkan dengan penurunan volume tumor. Yang tersohor, tidak seperti obat kanker kemoterapi yang menghancurkan atau memegang sel-sel dengan unit proliferasi yang utama seperti sel usus dan sumsum rangka, ekstrak daun ubi jalar spesifik berlaku pada sel tumor ganas pada tubuh pula. Ekstrak daun ubi jalar tidak meranyau proliferasi sel segar lainnya.

Sumber: Karna P, Gundala SR, Gupta MV, et al. Dalam Juranl Karsinogenesis 2011 Dec; 32(12): 1872-80. Diambil mulai [10 Desember 2015] http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21948980