Dismenore (Kram Menstruasi) – Penyebab dan Gejala

shutterstock 212602258 copy - Dismenore (Kram Menstruasi) – Penyebab dan Gejala
Dismenore (Kram Menstruasi) – Penyebab dan Gejala
Dismenore (Kram Menstruasi) – Penyebab dan Gejala

Dismenore adalah suatu kata medis untuk keram nyeri yang terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Terdapat 2 tipe dismenore: dismenore primer dan sekunder.

Dismenore primer merupakan nama lain dari keram menstruasi yang biasa terjadi. Keram biasanya terjadi pada satu atau dua hari sebelum seorang wanita mendapatkan menstruasi. Nyeri biasanya terasa di perut bawah atau punggung, dapat nyeri ringan sampai nyeri berat. kram menstruasi umum sering mulai sesaat sebelum atau pada awal periode dan terus berlanjut satu sampai tiga hari.nyeri berkurang seiring bertambahnya usia wanita dan dapat berhenti sepenuhnya setelah wanita memiliki bayi pertamanya.

Dismenore sekunder adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. kram ini biasanya mulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi umummya terjadi.

Gejala
Gejala-gejala kram menstruasi meliputi:

Ketika kram yang parah, gejala mungkin termasuk:

Apa penyebab kram menstruasi?
Keram menstruasi disebabkan oleh kontraksi di rahim, dimana strutur rahim merupakan otot. Rahim, suatu organ berongga, berbentuk buah pir di mana janin nantinya tumbuh, kontrak sepanjang siklus menstruasi wanita. Jika kontraksi rahim terlalu kuat, dapat menekan pembuluh darah di dekatnya, memotong pasokan oksigen ke jaringan otot rahim. Selama perode menstruasi, dinding uterus memproduksi hormone yang disebut prostaglandin. Hormon ini menyebabkan uterus berkontraksi, dan seringkali sakit. Wanita dengan jumlah prostaglandin yang lebih dari normal dapat mengalami keram. Nyeri terjadi ketika bagian dari otot kehilangan pasokan oksigen selama beberapa waktu.

Seiring berjalannya waktu, ketika kondisi hormone sudah mulai stabil, maka keram menstruasi ini akan berhenti.

Namun, untuk keram menstruasi sekunder (dismenore sekunder) maka terdapat penyebab lain seperti:

Keram menstruasi sekunder juga dapat terjadi setelah prosedur medis, seperti kauter, cryotherapy, konisasi, radiasi, biopsi endometrium, atau pemasangan AKDR (IUD).