Dianggap Mengimpor Kanker, Swiss Mematahkan Penggunaan Deodoran

shutterstock 52093303 - Dianggap Mengimpor Kanker, Swiss Mematahkan Penggunaan Deodoran
Dianggap Memicu Kanker, Swiss Melarang Penggunaan Deodoran
Dianggap Memicu Kanker, Swiss Melarang Penggunaan Deodoran

Deodoran ternyata masih menjadi hati busuk yang kontroversial hisab para pakar ketenteraman. Sebagian dari tersebut menganggap penggunaan deodoran mampu meningkatkan resiko kanker payudara, tapi, hingga saat ini belum benar-benar ada penelitian yang bisa membuktikan taktik tersebut. Meskipun demi, salah satu negara pada Eropa, tepatnya Swiss, baru-baru ini membuat prinsip yang cukup mencengangkan dimana penggunaan deodoran akan dilarang pada negara tersebut. Alasannya? Deodoran dianggap gawat dan bisa menyalakan kanker.

Pada bulan September 2016, pakar keselesaan dari University of Geneva, salah satu universitas terkemuka di Swiss menemukan fakta yang mana kandungan garam aluminium yang ada dalam deodoran ternyata dapat memicu pertumbuhan uci-uci pada payudara. Hasil ini menimbulkan kecaburan banyak pihak pada negeri penghasil cokelat tersebut. Alhasil, Swiss National Council pula biar menyepakati usulan undang-undang yang ditujukan untuk melarang penggunaan gusar aluminium tersebut di dalam produk deodoran. Usulan ini kemudian diboyong Lisa Mazzone atas Partai Hijau pada parlemen Swiss. Hasilnya? Parlemen menyetujui undang-undang pelarangan garam aluminium ini karena dianggap berbahaya bagi ketenteraman.

Dari segi pakar kesehatan yang melakukan penelitian, sekitar besar deodoran yang beredar di picisan memang memiliki gusar aluminium ini. Benda inilah yang dianggap mampu menghilangkan wewangian tidak sedap sekali lalu menghambat kelenjar peluh berproduksi pada ketiak. Mereka pun lantas menggunakan tikus percobaan yang dipapar gusar aluminium ini untuk mengetahui bagaimana wibawa penggunaannya. Hasilnya merupakan, paparan garam aluminium ini dalam zaman panjang menyebabkan persebaran tumor pada uci-uci tikus. Bahkan, andaikan garam aluminium berikut disuntikkan ke interior tubuh tikus, uci-uci berubah menjadi super agresif pada uci-uci tikus tersebut.

Dalam penjelasan ini, diketahui jika paparan garam aluminium mampu menciptakan sepakat efek estrogen yang dianggap sebagai sebab kanker. Sayangnya, sedang banyak pakar keselesaan lain yang mengibaratkan penelitian ini tetap membutuhkan penelitian perkembangan karena baru dijalani pada hewan percobaan saja.