Di Eropa Banyak Muslim yang Berpuasa Hingga 19 Jam. Apakah Berbahaya?

eropa doktersehat - Di Eropa Banyak Muslim yang Berpuasa Hingga 19 Jam. Apakah Berbahaya?
Di Eropa Banyak Muslim yang Berpuasa Hingga 19 Jam. Apakah Berbahaya?
Di Eropa Banyak Muslim yang Berpuasa Hingga 19 Jam. Apakah Berbahaya?

Meskipun saat ini kita berpuasa di musim kemarau dimana suhu udara lebih panas jika dibandingkan dengan suhu di musim hujan, kita hanya perlu berpuasa sekitar 13 jam saja setiap harinya. Hal yang berbeda harus dirasakan oleh kaum Muslimin di Eropa atau di negara empat musim lainnya yang ternyata bisa berpuasa hingga 19 jam atau bahkan lebih. Apakah dengan tidak makan dan minum dalam waktu yang sangat lama ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh?

Pakar kesehatan yang berasal dari Hannover Medical School pun akhirnya melakukan penelitian akan hal ini. Studi yang dipimpin oleh Boya Nugraha ini dilakukan karena sebagian masyarakat dari Jerman berpikir jika waktu berpuasa selama ini terlihat sangat ekstrim dan beresiko besar bagi kesehatan. Ia dan timnya melibatkan 50 partisipan yang terdiri dari 25 orang yang berpuasa dan sisanya tidak berpuasa. Semua partisipan diambil datanya pada saat seminggu sebelum bulan puasa, pertengahan bulan puasa, hari terakhir bulan puasa, dan seminggu setelah bulan puasa.

Setelah melakukan pengumpulan data dan mempelajarinya, Boya dan timnya menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kondisi rasa lelah, suasana hati, hingga munculnya rasa mengantuk antara mereka yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Hal yang sama terjadi pada data seminggu sebelum berpuasa dan pada minggu pertama bulan puasa. Yang menarik adalah, di fase akhir bulan Ramadhan, berat badan, massa otot, hingga massa lemak kelompok yang berpuasa dan tidak berpuasa juga cenderung sama saja.

Hanya saja, untuk data tentang kadar kreatinin dan kondisi kesehatan ginjal, ada perbedaan yang cukup mencolok diantara kedua kelompok tersebut. Untungnya, puasa masih dianggap tidak begitu memberikan masalah besar bagi kesehatan ginjal.

Melihat adanya fakta ini, Boya dan timnya pun menyebutkan jika meskipun harus berpuasa dalam waktu yang sangat lama, hal ini tidak akan memberikan resiko kesehatan bagi tubuh sehingga setiap orang bisa dengan melakukannya.