Bukannya Mendapatkan Kehamilan, Wanita Pengantin Pertama Ini Justru Jadi Kanker Ganas!

shutterstock 69626293 copy - Bukannya Mendapatkan Kehamilan, Wanita Pengantin Pertama Ini Justru Jadi Kanker Ganas!
Bukannya Mendapatkan Kehamilan, Wanita Pengantin Baru Ini Justru Mendapatkan Kanker Ganas!
Bukannya Mendapatkan Kehamilan, Wanita Pengantin Trendi Ini Justru Menjadi Kanker Ganas!

Sebagaimana pasangan yang baru saja menikah di dalam umumnya, Michael serta Stephanie Theobald mulai Manchester, Inggris, tepat akan mengharapkan memilikinya kehamilan. Setelah 12 pekan, pasangan tersebut mendapati ada yang berbeda dari tembolok sang istri serta berpikir jika tersebut sudah dikaruniai kehamilan. Begitu antusiasnya, meronce bahkan sudah menyampaikan hal ini dalam orang tua dan moyang terdekat. Sayangnya, segalanya yang diharapkan seketika saja sirna. Amat memeriksakan kondisi kehamilan sang istri, yang didapatkan justru meski kabar baik mengenai ihwal kesehatan janin, namun, berupa kabar memilikinya tumor ganas yang sudah tumbuh pada perut Stephanie.

Sang penjaga yang memeriksa pemastian kesehatan Stephanie parak karena sama sekali tidak merasakan detak jantung balita yang seharusnya sudah biasa mulai terdengar. Suster ini pun bertanya apakah Michael serta Stephanie sudah terlalu memastikan jika Ia hamil. Begitu mengikuti jawaban mereka berdua yang berkata bahwa mereka tidak terlalu tahu dan seharga berpikir jika Stephanie sudah mengandung, si perawat pun mengungkapkan kondisi ini ke dokter.

Dokter pun melakukan inspeksi lebih dalam beserta melakukan biopsi. Barulah diketahui jika dalam perut Stephanie ternyata muncul kasus kehamilan langka yang dikenal dengan sebagai kehamilan tetap lengkap atau besar dengan sebutan duduk perut anggur. Pada keadaan ini, telur yang sungguh berhasil dibuahi lebih-lebih mengalami pertumbuhan ari-ari yang abnormal serta pada akhirnya merangkak menjadi gumpalan kista. Kondisi hamil anggur sendiri diketahui seharga terjadi 1 saat seribu wanita disemua dunia.

Biasanya, masalah bunting anggur ini seharga menyebabkan tumor piaraan dan bersifat non-kanker. Namun, pada peri Stephanie, hamil anggur ini menyebabkan trofoblastik gestasional, sebuah kompleksitas yang ditandai beserta adanya pendarahan. Kuman ini pun mesti diobati dengan kemoterapi beberapa kali serta sayangnya, terapi berikut tidak terlalu berproses dengan mulus hisab Stephanie.

Meskipun dilanda kekhawatiran, kekecewaan, dan histeria luar biasa, Stephanie mengatakan jika dokter berjuang keras untuk memulangkan penyakit yang dideritanya dan berharap hendaknya pada usia yang ke 37 nantinya, Ia bisa tambah hamil dan jadi keturunan.