Benarkah Kedelai Menjadikan Kanker Payudara?

doktersehat tahu kedelai protein - Benarkah Kedelai Menjadikan Kanker Payudara?
Benarkah Kedelai Memicu Kanker Payudara?
Benarkah Kedelai Memperkenalkan Kanker Payudara?

Kedelai termasuk di keluarga kacang-kacangan yang berukuran kurang lebih sejumlah kacang polong, dan mempunyai tingkatan nutrisi amat tinggi terutama zat putih telur nabati. Kedelai cantik bagi tubuh wong. Kedelai telah sebagai sumber protein yang penting selama kian dari lima seperseribu tahun. Selain bernutrisi tinggi, kedelai adalah sumber minyak nabati yang kaya dengan protein lengkap, fruktosa, serat, lemak makmur, dan sejumlah vitamin dan mineral diperlukan untuk kesehatan. Dalam satu biji polong terkandung sejumlah luas asam fitat, kecut alfa-Linolenat, isoflavon genistein dan daidzein.

Tahu, tempe, susu kedelai & makanan lain daripada kedelai ternyata bukan hanya menjadi sumber vitamin E. Penyelidikan juga membuktikan polong juga bisa jadi pencegah kanker. Segala sesuatu saja khasiat hebat kedelai ini?

Banyak penjelasan menemukan kedelai merupakan salah satu sumber santapan yang mampu mengurung kanker, khususnya puru ajal payudara. Mengapa demikian? Ternyata kedelai berisi senyawa bernama isoflavon yang berperan sederajat estrogen ketika berpunya di dalam tubuh.

Sementara orang-orang mempercayai kedelai sanggup memicu kanker. Bertolak pada penelitian isoflavon yang ada pada polong justru memiliki akibat yang baik untuk tubuh selama dalam konsumsi dalam total yang tepat. Dalam tahun 2008, The British Journal of Cancer menemukan keaslian bahwa wanita Asia yang mengkonsumsi polong atau makanan yang berbahan dasar polong seperti tahu, tempe ataupun susu polong setiap hari punya resiko terkena tumor ganas payudara lebih mungil dibandingkan dengan tersebut yang tidak mengkonsumsinya.

Di tahun 2009, American Journal of Clinical Nutrition mengadakan penelitian menurut sekitar 74. 000 wanita di Cina yang berusia 40-70th. Para wanita yang mengkonsumsi kedelai di setiap hari dalam nazar terkena kanker tetek lebih kecil. Malahan di masa premenopouse, jika dibandingkan beserta mereka yang tidak mengkonsumsi kedelai sama sekali.

Di jagat ini terdapat kian dari 12. 000 kacang-kacangan. Dan diantara kacang-kacangan trsebut, kedelailah yang paling ternama. Namun kandungan fitoestrogen dalam kedelai, partikel yang di dalam jasad bisa meniru hormon estrogen, dicurigai hendak memicu kanker susu.

Sebagaimana diketahui, estrogen ialah bahan bakar puru ajal payudara. Dalam pertimbangan yang dilakukan lawan mencit di lab. diketahui fitoestrogen dapat memicu pertumbuhan organ kanker payudara. Akan tetapi dalam penelitian tentang manusia para intelektual tidak menemukan bahwa diet tinggi kedelai menjadikan kanker payudara, malahan sebaliknya.

Laporan yang dimuat dalam Journal of The American Medical Association tahun 2009, para ilmuwan mengkaji 5. 042 manusia yang mengikuti Shanghai Breast Cancer Survival Study. Ternyata kudapan kedelai justru meritul risiko kekambuhan serta kematian akibat tumor ganas payudara.

Masalahnya adalah ulasan tersebut dilakukan pada Cina dan belum jelas apakah sesuatu yang sama juga real pada perempuan dalam negara-negara lain.

Penelitian berzaman-zaman yang dipublikasikan di dalam American Journal of Clinical Nutrition lawan lebih dari 10. 000 penyintas (survivor) kanker payudara pada Amerika Serikat, tampak hasil yang seperti dengan di Cina. Mereka yang simpel[cak] mengonsumsi kedelai risikonya mengalami kekambuhan puru ajal lebih rendah.

Karena itulah tak perlu risau dalam mengonsumsi polong. Apalagi, kedelai utama mengandung 35-40 bayaran protein. Protein polong merupakan satu-satunya atas jenis kacang yang mempunyai susunan kecut amino esensial menyimpangkan lengkap.