Apa itu Mata Malas?

shutterstock 346180223 copy - Apa itu Mata Malas?
Apa itu Mata Malas?
Apa itu Mata Malas?

Mata malas (ambliopia) merupakan suatu masalah kesehatan mata pada anak-anak yang terjadi karena salah satu mata lebih lemah dari mata yang lain. Sebagai akibatnya, otak memilih untuk menginterpretasikan gambar yang berasal dari mata yang lebih kuat dan mengabaikan gambar yang datang dari mata yang lebih lemah. Akhirnya, anak akan lebih banyak menggunakan mata yang lebih kuat daripada mata yang lebih lemah. Jika mata yang lemah tidak difungsikan dengan semestinya, mata tersebut tidak akan berkembang dengan baik, sehingga fungsi penglihatan dari mata yang lemah tersebut tidak dapat berjalan secara optimal.

Ambliopia biasanya hanya mengenai salah satu mata. Kelainan ini biasanya muncul pada usia 0-7 tahun. Anak mungkin tidak menyadari bahwa selama ini dirinya hanya melihat dengan salah satu matanya saja. Mengabaikan gambar dari mata yang lemah merupakan respon otomatis dari otak. Anak tidak bisa mengaturnya.

Deteksi dan tata laksana secara dini dapat menormalkan kembali fungsi mata pada ambliopia. Semakin dini usia anak saat mendapat terapi, semakin besar kemungkinannya untuk memiliki fungsi penglihatan yang optimal. Ambliopia disebut juga “mata malas”.

Apa yang menyebabkan ambliopia?

Berbagai kondisi yang menghambat fungsi normal salah satu mata dalam membentuk gambar yang jelas dapat menyebabkan ambliopia. Hal ini dapat terjadi karena:

Apa saja gejalanya?

Pada sebagian besar kasus, ambliopia tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, anak mungkin mengalami gejala:

Para ahli menyarankan untuk memeriksakan mata anak (walau tanpa keluhan apapun) antara usia 3-5 tahun, atau bahkan lebih muda lagi. Tidak ada alasan bahwa usia anak masih terlalu muda untuk diperiksa matanya.

Bagaimana pengobatannya?

Untuk mengatasi ambliopia, anak harus menggunakan mata yang lemah (secara paksa, bila perlu). Hal ini akan memaksa mata yang lemah tersebut untuk menjadi lebih kuat. Seiring dengan berjalannya waktu, tindakan ini akan dapat memperbaiki fungsi penglihatan di mata yang lemah. Dokter mungkin menyarankan:

Anak mungkin diharuskan mengenakan penutup mata atau kacamata sepanjang hari atau hanya pada saat-saat tertentu saja. Cara ini mungkin perlu dilakukan selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pada kasus yang lebih berat, diperlukan waktu yang lebih lama. Jika ambliopia terjadi karena kelainan mata yang lain, misalnya katarak, kelainan lain tersebut harus diatasi terlebih dahulu.

Tata laksana ambliopia paling baik dimulai sebelum usia 6 tahun, dimana fungsi penglihatan anak masih bisa berkembang hingga usia maksimal 9-10 tahun. Jika terlambat, efeknya tentu tidak lebih baik, meskipun masih bisa memperbaiki fungsi penglihatan, hasilnya tidak akan semaksimal jika dilakukan pada rentang usia tersebut.

Setelah terapi berakhir, jangan lupa untuk memeriksakan mata anak secara rutin, karena ambliopia bisa terulang kembali meskipun telah sembuh sempurna.

Tata laksana ambliopia memang sederhana, tetapi terkadang menimbulkan ketidaknyamanan pada anak. Untuk itu, dapat dilakukan hal berikut:

Source: WebMD Medical Reference