Akupunktur: Menusuk Risa, Menyembuhkan Penyakit

akupuntur doktersehat - Akupunktur: Menusuk Risa, Menyembuhkan Penyakit
Akupunktur: Menusuk Kulit, Menyembuhkan Penyakit
Akupunktur: Menusuk Sisik, Menyembuhkan Penyakit

Dahulu, terapi akupunktur memang hanya biasa di dunia pengobatan timur. Tapi lelet kelamaan dunia medis barat pun mengklaim keberadaannya. Kini, pada samping terapi akupunktur tradisional tetap eksis, metoda akupunktur medis juga ikut berisik menolong para penderita penyakit. Terapi akupuntur terbukti bisa positif penyembuhan banyak basil. Akupunktur juga dapat membantu upaya penurunan bobot badan bujang usia 3-5 tahun, menanggulangi rasa sakit hebat ketika terjangan kejang jantung, & paling berhasil merupakan penanganan pada peristiwa nyeri otot (myalgia).

Patogen lain ikut segar
Akupunktur sebenarnya tidak cuma ilmu, akan tetapi juga seni menyabat jarum guna menjatuhkan keseimbangan tubuh. Yang menjadi landasannya, pendirian alamiah bahwa interior setiap kehidupan terus-menerus mengalir energi ataupun Ci (bioenergi). Peredaran Ci berjalan pikir irama tertentu dengan perantara nabi saluran hipotetis yang disebut meridian. Di meridian ini terletak titik akupunktur. Seloroh aliran Ci di dalam meridian akan menyebabkan penyakit. Terapi akupunktur dapat memberikan stimulan pada titik akupunktur untuk mengatur meleset aliran energi yang terganggu atau gak seimbang.

Secara garis besar pokok ilmu akupunktur tentu, tapi seninya mampu berbeda. Seni menyelipkan jarum, mulai dari jalan menusuk, kombinasi tutul, sampai teknik stimulasi yang dipakai, tiada yang sama di antara karet akupunkturis. Mungkin taktik itu yang memproduksi akupunktur agak rumit diterima di medis barat.

Padahal, dengan terapi akupunktur, menurut kira-kira kalangan kedokteran, lazimnya tidak cuma sengketa utama yang terselesaikan. Tidak jarang masalah kesehatan lain ikut tersembuhkan. Umpamanya, pasien patogen jantung yang diobati dengan terapi akupunktur, secara tidak tepat juga akan membenarkan kadar gula resam, SGPT-SGOT, dan kegunaan hati jadi terkontrol. Begitu pula orang sakit pinggang. Kadang kala setelah ditusuk dalam titik daerah pinggang, dan juga dalam titik ginjal, sejumlah hari kemudian kecuali sakit pinggangnya lenyap, gairah seksualnya pula meningkat. Prinsipnya, akupunktur bekerja mengembalikan keselarasan energi tubuh.

Di sosok lain akupunktur ternyata juga menimbulkan kelakuan kecanduan. Oleh karena itu, terapi perlu dibatasi hingga 12 kali kelakuan, setelah itu diistirahatkan satu sampai 3 bulan. Maksudnya, agar pasien tidak ketagihan. Kemudian baru dilanjutkan terapi berikutnya. Pencetus menimbulkan kecanduan berikut pula, akupunktur siap digunakan untuk membangun merehabilitasi morfinis. Seorang morfinis membutuhkan tike dari luar jasad, dan dengan terapi akupunktur kebutuhan tersebut bisa dipenuhi atas dalam tubuhnya swasembada. Saat jarum ditusukkan ke bagian uci-uci, morfin di awak (endorfin) terangsang tampak. Untuk tindakan itu pasien mesti dirawat inap di wisma sakit. Jadi pada setiap dua jam, diberi terapi akupunktur. Pada setiap kali pasien minggat minta morfin, refleks saja ‘dihantam’ secara tusuk jarum. Akan tetapi dalam kasus-kasus teratur, terapinya tak “sekejam” itu.

Setiap pasien ditusuk jarum dengan saluran berbeda, dari amat seminggu sampai 3 kali seminggu dari segi tingkat penyakit yang diderita. Idealnya seminggu tiga kali untuk semua penyakit. Bahwa seminggu sekali efeknya tidak begitu indah. Tapi, kalau pasiennya tidak banyak saat, bisa dilakukan seminggu dua kali. Bahkan bahwa terpaksa, umpamanya untuk pasien luar metropolis atau pulau, terapi bisa dilakukan di setiap hari guna mengambil biaya transport. Wahid seri terapi sama banyaknya 12 kali gerakan. Meski demikian jika setelah tiga / empat kali tingkah laku hasilnya sudah rupawan, terapi tidak butuh dilanjutkan. Pengobatan beserta cara ini bukan harus sampai cerah.

Banyak jarum yang ditusukkan pada setiap periode terapi berbeda-beda terserah pada kebutuhan serta jenis penyakitnya. Untuk sakit maag, sedang satu titik saat titik lambung. Berbeda dengan untuk diabetes demi penusukan titik-titik diabetes di sepanjang urat belakang. Banyaknya 6-8 titik. Namun, tidak tertutup kemungkinan memilikinya titik tambahan pada kaki dan tangan untuk meningkatkan resistansi tubuh. Pada prinsipnya dipilih titik utamanya dulu, baru lalu ditambah titik pendukungnya. Bahkan, bagi yang merasakan nyeri disemua badan bisa ditusuk sampai 30 peniti.

Pada kasus penurunan peringkat badan, si penderita ditusuk pada lima titik di telinga, yakni titik lapar, titik metabolik, titis thyroid, titik sebelah, dan titik hypothalamus. Dengan tusukan ini, pasien akan membaham sesuai kebutuhan tubuhnya dan enzim ATP (enzim pembakar kalori) dipengaruhi. Nafsu merampas berlebihan bisa ditekan sehingga keinginan ngemil berkurang dan mengecap kenyang bisa dipertahankan. Efek diet menyerupai lesu dan luwes ditanggulangi dengan penusukan pada titik sisi dan tiroid. Meskipun sedang menjalani terapi, pasien dianjurkan uniform diet dan sports. Pada anak-anak disarankan menghindari makanan lekas saji dan cokelat.

Di dalam penderita penyakit pusat koroner, terapi akupunktur bisa memperbaiki upaya pada organ dalaman, juga meridian lebih kurang jantung sehingga mencicip sakit akibat penyempitan koroner atau pula biar tegangan pembuluh kadim koroner dapat dikontrol. Sedangkan pada kejadian nyeri otot, akupunktur melancarkan energi di otot yang bangkar, sehingga pengendapan kecut susu dari kecut urat di lebih kurang otot yang nyeri dapat larut & terangkut ke peranti pengeluaran.

Pada penderita diabetes, akupunktur mampu meritul kadar gula sundut dengan jalan menawan daya kerja kelenjar ludah perut. Bahkan, pasien yang tadinya harus selamanya disuntik insulin, secara akupunktur bisa sunyi dari insulin. Sekiranya pankreasnya masih beroperasi minimal 25 bayaran. Kurang dari tersebut, sulit untuk diperbaiki. Namun, kondisinya sanggup dipertahankan dengan terapi akupunktur agar gak lebih buruk sedang. Tiap tiga kalendar pasien menjalani terapi sebanyak satu ekspresi. Dengan begitu gula darahnya bisa teguh, meskipun masih menjulung.

Tentang penyakit kanker, akupunktur bisa mengurangi pedih, meningkatkan daya tahan jasad, memberi rasa cocok pada pasien yang kankernya sudah menebar, dan menghambat persebaran.

Perlakuan medis terhadap sosok tidak memiliki famili biasanya cuma mengotak-atik organ reproduksi, namun dalam kedokteran Cina, organ ginjal daksina, yang dianggap sederajat sumber “api” tetap, juga diperhatikan. Jika jumlah sperma teman hidup kurang, artinya tenteram. Terapi diberikan di dalam titik ginjal daksina, dan juga penghangatan pada titik 3 jari di pangkal pusar (solar flexus) selama 15 menit. Kalau siklus bocor istri tidak wajar, “api” pada ginjal kanan mesti diperbaiki terlebih dahulu.

Dunia akupunktur memang menganggap ginjal sebagai organ berbeda. Ginjal kiri berlangsungberoperasi, berproses, hidup, main, menyala membersihkan tubuh mulai racun. Ginjal daksina merupakan faktor sanak saudara dan disebut Ming Men (Ming = kaisar, Men = api atau pintu).

Oleh sebab itu, terapi akupunktur bukan cuma menghilangkan tanda penyakitnya, juga penyebabnya.

Dalam teori akupunktur periode, titik akupunktur ditemui pada bagian-bagian unik berdasarkan peta akupunktur (titik utama). Akan tetapi teori baru menyuarakan, “There is no acupoint. All of the body is acupoint“. Jadi, dalam bagian mana pula biar dari tubuh pada waktu ditusuk akan melepaskan efek yang sama. Kendatipun demikian bila dilakukan dalam titik utama reaksinya lebih cepat serta lebih efektif.

Misalnya, pada memberi terapi untuk orang yang sukar tidur, titik utamanya berada di sesi belakang telinga. Tutul ini merupakan tutul penenang paling memuaskan. Titik lain terselip juga yang meluluskan efek menenangkan, tetapi tidak sekuat titis penenang.

Ketika dilakukan penusukan di titik akupunktur, akan terjadi kotak-katik. Sekali tusuk, 2 puluh dua pantulan dalam tubuh berlangsung. Reaksi itu antara lain rasa nyeri, bisul, kemerahan, juga merasai hangat. Reaksi kemerahan di sekitar tutul yang ditusuk menyibakkan adanya pelebaran tenggorokan darah.

Proses yang tercipta pada tindakan cocok jarum adalah mengompori sistem saraf untuk melepaskan zat-zat kimia dalam otot, terkiat saraf tulang besok, dan otak. Zat-zat kimia itu antara lain akan mengubah mereguk sakit, memicu pengeluaran zat kimia & hormon yang menawan sistem internal uci-uci. Dengan membaiknya konformitas energi dan biokimia dalam tubuh, ketenteraman fisik dan emosional pun menjadi indah.

Saat orang dewasa tingau yang ditusukkan didiamkan beberapa saat, pra kemudian dicabut juga. Lamanya tusukan berbeda-beda menurut penyakitnya. Untuk penyakit maag, gula, menstruasi tidak tertib, lamanya penusukan 15 menit. Untuk sakit, 20-30 menit. Adapun pada bayi, pin diangkat segera sehabis ditusukkan.

Pada kondisi teratur, kulit yang ditusuk dengan jarum lazim akan merasakan pedih. Sebaliknya, kalau beserta jarum akupunktur, gak merasakan sakit, sekalipun hangat. Panjang lidi akupunktur beragam, sejak 1, 3 centimeter hingga 10, dua cm. Demikian pun diameternya, 0, 24 mm sampai 0, 45 mm. Peniti paling panjang dikenakan untuk menusuk seksi pantat. Ukuran kian pendek untuk semua bagian tubuh. Tingau lebih pendek sedang untuk titik alat pernapasan. Yang paling cepak untuk tangan ataupun wajah. Jarum-jarum ityu terbuat dari logam yang berbeda-beda. Kini, kental semuanya terbuat dari gemuk tidak berkarat (stainless steel). Di Eropa Barat seperti pada Jerman Barat serta Prancis masih dipergunakan jarum perak / emas. Jarum argentum dipakai untuk menyejukkan atau sedasi, namun jarum emas untuk tonifikasi.

Jarum akupunktur bukan menularkan penyakit. Yang bisa menularkan kuman AIDS atau basil lain adalah peniti suntik. Bagian di jarum suntik keropok sehingga ketika tingau disuntikan dan lantas ditarik lagi, siap darah atau serum yang terikut. Nah, kalau jarum tersebut dipakai ulang, orang2 lain berpeluang tertular. Sedangkan jarum akupunktur tidak berongga. Pada waktu ditusukkan kemudian dicabut lagi, tak tersedia yang terikut. Pin akupunktur dijamin tenteram dengan jarum disposible (sekali pakai) ataupun sterilisasi yang sahih.

Lidi, laser, atau ultrasound
Dalam perkembangannya, orang-orang Amerika dan Eropa menggantikan jarum akupunktur dengan sinar laser, populer dengan julukan laserpunktur, dan jalan ultrasound. Penggantian berikut terjadi lantaran memilikinya ketakutan pada beberapa orang akan rasa perih akibat jarum & penularan penyakit.

Kalau akupunktur yang menggunakan pin sebagai alat terpenting, maka pada laserpunktur yang di”tusuk”kan ialah sinar laser yang dihasilkan diode gallium arsenide. Titik-titik penyinarannya tak jauh berbeda. Walaupun demikian biasanya dipilih titis paling efisien. Lamanya penyinarannya ada aturannya. Agar luka segera menutup, misalnya, diperlukan waktu satu menit, dan untuk menumbuhkan daya tahan tubuh, perlu 30 detik.

Efek penyinaran energi laser saat titik akupunktur, sempang lain mengurangi peradangan, menghilangkan rasa linu, mempertinggi metabolisme, membereskan pembaharuan jaringan serta kekebalan tubuh, merangsangkan sirkulasi darah, mengipasi metabolisme sel, dan lain-lain. Laserpunktur juga dilaporkan berhasil mengobati bervariasi gejala penyakit, laksana sakit saraf, marah-marah sendi, asma, selesma hidung, radang ugal-ugalan, dan lain-lain. Di anak-anak, hasilnya cantik sekali.

Soal efektivitas, renggangan laserpunktur dan akupunktur memang berbeda. Akupunktur tetap lebih akurat dibandingkan dengan laserpunktur. Kalau dinilai secara angka, perbandingannya lebih kurang 100: 75. Cocok jarum memberikan jejak paling bagus.

Penerapan laserpunktur secara benar gak menimbulkan efek sebelah. Penyinarannya paling lapuk empat menit. Lamun kelamaan paling semata-mata gosong. Dengan ultrasound kalau kelamaan diduga sel-sel bisa meruak. Tetapi berdasarkan kemahiran, efek samping yang sangat relatif sedikit sungguh.